Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi – SDPPI

 0

Kewajiban tentang sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi di atur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia No. 18 Tahun 2014.

 

Sertifikasi Alat dan Perangkat TelekomunikasiSesungguhnya regulasi tentang sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi sudah ada sejak tahun 2010 (mohon dikoreksi jika salah)dan sudah beberapa kali mengalami perubahan.

 

Sehingga tidak menutup kemunkinan bahwa PERMEN No.18 tahun 2014 pun akan berubah.

Sebelum jauh membahas tentang sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi, sebaiknya anda mengetahui poin-point penting terkait sertifikasi produk telekomunikasi terlebih dahulu.

 

Beberapa ketentuan umum tertulis dalam PERMEN No.18 tahun 2014 yang perlu anda ketahui diantaranya:

 

  • Telekomunikasi adalah setiap pemancar, pengirim, dan atau penerima dari setiap informasi, dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik lainnya.
  • Alat Telekomunikasi adalah setiap alat perlengkapan yang digunakan dalam berkomunikasi
  • Perangkat Telekomunikasi adalah sekelompok alat telekomunikasi yang memungkinkan bertelekomunikasi.
  • Sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi adalah rangkaian kegiatan penerbitan sertifikat terhadap alat dan perangkat telekomunikasi
  • Sertifikat alat dan perangkat telekomunikasi adalah dokumen yang menyatakan kesesuaian tipe alat dan perangkat telekomunikasi terhadap persyaratan teknis dan/atau standar yang ditetapkan
  • Lembaga penialaian kesesuaian (conformity Assesment Body/CAB) adalah lembaga sertifikasi dan/atau Balai Uji yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Badan Penetap.
  • Lembaga Sertifikasi adalah Direktorat Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika. (Ditjen SDPPI) dulu bernana POSTEL
  • Badan Penetap (Designating Authority / DA) adalah Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

 

Poin penting yang tertulis pada pasal 2 dalam permen ini yaitu: Setiap alat dan perangkat telekomunikasi yang dibuat, dirakit, dimasukkan untuk diperdagangkan dan/atau digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia wajib memenuhi persyaratan teknis dan berdasarkan izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk mengetahui lebih detail tentang peraturan ini, silahkan download PERMEN No. 18 tahun 2014 di sini.

Tujuan Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi

Seperti yang di publikasi dalam situs resmi DITJEN SDPPI yaitu bahwa sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi diantaranya bertujuan untuk:

 

  • Menjamin keterhubungan dalam jaringan telekomunikasi;
  • Mencegah saling mengganggu antara alat dan perangkat telekomunikasi;
  • Melindungi masyarakat dari kemungkinan kerugian yang ditimbulkan akibat pemakaian alat dan perangkat telekomunikasi;
  • Mendorong berkembangnya industri, inovasi dan rekayasa teknologi telekomunikasi nasional.

Mengapa Alat dan Perangkat Telekomunikasi Harus Sertifikasi?

Terdapat ribuan perangkat telekomunikasi yang dibuat oleh ratusan pabrikan di seluruh dunia, yang meliputi jenis apapun dari telepon konvensional hingga telepon bergerak, pager hingga modem, faksimil sampai switch. Jenis perangkat ini terus bertambah dalam hitungan hari.

 

Banyak diantara ribuan perangkat tersebut yang tidak diperuntukkan dan tidak sesuai bagi Indonesia. Beberapa tidak dapat saling tersambung, dan beberapa lainnya dapat saling mengganggu antar perangkat radio yang dapat mempengaruhi kualitas penerimaan dan pengiriman informasi.

 

Sertifikasi sangat penting karena untuk menjain perangkat dapat berfungsi dengan baik dan tidak berinterferensi ketika perangkat tersebut terintegrasi dalam jaringan telekomunikasi Indonesia. Selain itu sertifikasi juga membantu anda untuk memilih perangkat mana yang sesuai dengan standar Indonesia.

Apa Yang Terjadi Bila Alat dan Perangkat Telekomunikasi Tidak Disertifikasi?

label sdppiJika tidak didapatkan label sertifikasi pada perangkat bersangkutan, sebaiknya anda tidak membeli perangkat tersebut. Yang berarti perangkat tersebut memiliki potensi untuk menganggu jaringan komunikasi lain.

 

Untuk melindungi kepentingan konsumen, petugas DIRJEN SDPPI dan lembaga terkait lainnya secara rutin mengadakan inspeksi kepada pihak yang menjual peralatan telekomunikasi, yang tidak lain adalah untuk menjamin bahwa perangkat telah tersertifikasi dan sesuai dengan peraturan yang ada.

 

Bagi pihak yang mengimpor atau menjual perangkat yang tidak bersertifikat akan dipidana paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda maksimal Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Contoh Nama Alat dan Perangkat Telekomunikasi yang wajib Sertifikasi.

Technology Example of Product Names
WLAN 802.11abg
  • Wireless Router
  • Tablet PC
  • Portable Computer
  • Fax Machine
  • WLAN Modules
  • Etc
Bluetooth
  • Car Audio
  • Bluetooth Keyboard
  • Bletooth Headset
  • Wireless Speaker
  • Personal Navigation System
  • Bluetooth Modules
  • Etc
RFID 13.56 MHz923 – 925 MHz
  • RFID Reader
  • RFID Module
SRD (Low Power Devices) 0.009 – 0.450 MHz0.450 – 1.705 MHz1.705 – 13.567 MHz 13.567 – 30.0 MHz
30 – 88 MHz
88 – 216 MHz
216 – 960 MHz
> 960 MHz

  • Error frequency shall be below 50 kHz.
  • Use of power booster (integrated into SRD devices) isn’t permitted
  • Receiver sensitivity shall be below -113 dBm
  • The Transmission power shall be below 10mW (ERP)
  • Alarms
  • NFC
  • Tyre Pressure Monitoring Systems
  • Identification Systems
  • Radio Detection
  • Vehicle Radar Systems
  • Wireless Local Area Networks
  • Remote Controls
  • Telecommand
  • Telemetry
  • On-site Paging Systems
  • Cordless Keyboard
  • Vehicle Keyless Entry
  • SRD Module

And

  • Other Non-specific Short Range Devices
WWAN GSM/GPRS/EDGEUMTS/HSDPA/HSUPA/HSPA +CDMA
LTE TDD Band 40
  • All in One PC
  • Mobile Computer
  • Smartphone
  • Etc

Demikian ulasan singkat dari kami, jika anda membutuhkan jasa profesional terkait kepengurusan sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi.

 

Termasuk di dalamnya konsultasi terkait proses sertifikasi, persiapan dokumen, persiapan sempel alat untuk pengujian, configurasi (setting), sampai sertifikat diterbitkan.

 

Silahkan menghubungi kami di:
Telephone: +62 21 8430 5011
Email: info@typeapprovalindonesia.com

Leave a Reply